Latest Posts

Teologi

Dialektika Trinitarian dan Penebusan Paripurna

Saya tak terlalu paham apakah ada katekese liturgi yang secara praktis dan terus-menerus diajarkan pada umat Katolik, setidaknya anak muda dan remaja agar punya pemahaman awal yang baik. Saya sendiri banyak belajar dari tradisi Orthodoks yang punya penghayatan simbolis lebih kuat ketimbang Gereja Katolik Roma, khususnya ekspresi melalui ikon2 Gereja yang anggun. Hari ini kita […]

Teologi

Yesus Naik, Terus Kenapa?

Kata ‘naik’ sangat lekat dengan keseharian kita. Ada yang bernada positif: naik kelas, naik pangkat, atau naik gaji, meski ada pula yang berkonotasi negatif: harga naik, naik pitam. Tetapi secara umum naik mengacu pada sebuah gerak, dinamika, atau perubahan. Dan ’naik’ tentu lebih akrab dengan makna yang baik lantaran hal-hal yang di atas umumnya dianggap […]

Pajak

Ada Masukan Konkret?

Ah…rupanya jawaban (reply) saya di platform X terhadap komentar seorang warganet yang memberi masukan sangat bagus untuk perbaikan layanan kepabeanan, dilepaskan dari konteksnya. Seolah cuitan itu berdiri sendiri sebagai sikap malas, cari enaknya minta solusi ke warganet. Saya bisa memakluminya. Itung2 numpang tenar. Jika dirunut dengan cermat, saya sedang mengejar penjelasan seorang warganet yang mendorong […]

Teologi

Tentang Kasih, Adil, dan Kesalehan Sosial

Hari ini saya mendengarkan bacaan yang dahsyat. Tentang dua hukum utama: 1) Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, segenap jiwamu, dan segenap akal budimu. 2) Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Implementasi praktis: Kasihilah janda dan anak yatim. Mereka simbol manusia lemah yang harus ditolong. Tentu kita harus terus mengidentifikasi siapa yang paling lemah di […]

Filsafat

Urip Pancen Mung Mampir Ngombe Ginseng

Ginseng ternyata menyimpan sejuta cerita dan makna. Di sini, kita hanya mengenal ginseng sebagai “obat kuat”, mitos yang bahkan di negeri asalnya tak banyak diyakini kebenarannya. Tanaman ginseng terbaik hanya tumbuh di Korea, karena kebutuhan akan kondisi geografis yang spesifik: tinggi, letak lintang, dan musim. Pembiakan dan perawatannya pun tak mudah. Dari seratus bibit yang […]

Teologi

Akhir Pekan Yang Menenteramkan di Lereng Merapi

Sungguh katarsis yang sarat nuansa dan makna. Akhir pekan kemarin saya habiskan di Omah Petroek, padepokan budaya milik Romo Sindhunata. Saya membantu Romo Setyo dan Pak Judo, menyelenggarakan Sekolah BASIS. Semacam tempat menyemai gagasan kepublikan sekaligus membangun komunitas yang semakin peduli dan menghayati panggilan masing2. Jadilah kemarin sekitar 100 peserta, dari berbagai tempat dan beragam […]

Pajak

Soimah Gugat, Pajak Gawat?!

Siapa tak kenal Soimah? Pesinden serba bisa yang levelnya sudah artis nasional. Meski menurut pengakuannya, ia risih disebut artis, layaknya para selebritis yang berebut menjadi idola itu. Saya sendiri sangat mengenal sosok Soimah, termasuk perjalanan karirnya yang menakjubkan. Yang menjadi inspirasi banyak seniman muda, terutama yang berlatar belakang seniman tradisional. Ia adalah ShowImah! Kali ini […]

Budaya

Nguri-uri Kabudayan

Campur Sari adalah seni tradisonal karya seniman kondang almarhum Bapak Manthous. Tak sekadar memasukan musik pentatonis dan diatonis, Campur Sari juga inovasi dan kreativitas yang menjadi terobosan penting dalam seni tradisional. Campur Sari menjadikan seni tradisional tetap relevan, aktual, dan digemari. Tak terbilang seniman seniwati yang lahir dan dibesarkan era Campur Sari ini. Saya tentu […]

Teologi

Ratzinger, Wajah Otentik Gereja yang Hidup (Obituari untuk Paus Emeritus Benediktus XVI)

Menjelang senja waktu Indonesia, kabar duka tersiar. Paus Emeritus Benediktus XVI mangkat. Sebelumnya Vatikan telah mengumumkan kondisi kesehatannya memang menurun. Alasan kesehatan pula yang membulatkan niat Paus Benediktus XVI turun tahta kepausan pada tahun 2013. Kejutan sekaligus demistifikasi lembaga kepausan yang tidak punya tradisi pengunduran diri sejak Paus Gregorius XII tahun 1415. Dalam ungkapan terkenal Santo Paus Yohanes Paulus II,”Yesus tak pernah turun dari salib.” Tak ada alasan mundur karena alasan apapun, selain kematian.

Filsafat

Guru pagi ini

Pagi tadi 5.30 WIB, saya memulai rutinitas jogging di kompleks. Pagi tadi agak sepi, barangkali karena sinar matahari redup tertutup kabut, atau euforia Piala Dunia masih menyisakan kemalasan untuk bangun pagi. Setelah berlari 1,5 kilometer, mata saya tertawan sosok di sudut jalan yang sepi. Sebuah sepeda lawas dipenuhi untaian kopi saset dan seorang bapak tua […]