Beberapa hari lalu di platform X muncul diskusi menarik tentang sosiologi, merujuk satu esai di Wall Street Journal (WSJ) berjudul Is It Time to ‘Liquidate’ the Study of Sociology? Ada ironi yang layak direnungkan. Tepat ketika esai itu mempertanyakan apakah sudah waktunya “melikuidasi” studi sosiologi, gejala-gejala yang justru menjadi wilayah kerja klasik disiplin ini—keterasingan sosial, […]
Nasional
Prabowo, Kapitalisme Negara, dan Jalan Tengah Ekonomi Indonesia
Perdebatan mengenai arah ekonomi pemerintahan Prabowo Subianto menarik karena sulit ditempatkan dalam kategori ideologis konvensional. Belum lama ini misalnya, Rocky Gerung dan Bhima Yudhistira memperdebatkan ini. Di satu sisi, kita menyaksikan kembalinya negara dalam skala besar: hilirisasi, swasembada pangan dan energi, Danantara, koperasi, program Makan Bergizi Gratis, pengendalian komoditas strategis, hingga berbagai proyek yang secara […]
Sentralisme, Komodifikasi, dan Gerakan Ganda: Membaca Indonesia dari Perspektif Karl Polanyi
Karl Polanyi (1886–1964), pemikir ekonomi-politik dan antropolog asal Austro-Hungaria, mengajukan salah satu kritik paling berpengaruh terhadap peradaban modern melalui adikaryanya, The Great Transformation (1944). Polanyi membongkar mitos pasar swatata yang diklaim kaum liberal sebagai mekanisme alamiah. Baginya, pasar bebas adalah rekayasa politik yang mencabut ekonomi dari relasi sosialnya (disembedding). Ketika tanah, tenaga kerja, dan uang […]
Obligasi Daerah: Bukan Cekak Kas, tapi Membeli Masa Depan dengan Cerdas
Obligasi daerah bukan tentang menambah utang, melainkan mempercepat hadirnya masa depan. Sebab kota yang hanya menyimpan uang akan dikenang karena kehati-hatiannya, tetapi kota yang berani berinvestasi dengan tata kelola yang baik akan dikenang karena kemajuannya.
Melampaui “Ngabsen, Ngopi, Pulang”: Mencari Subjek Etis di Balik Polemik ASN
Kritik Ketua Komisi II ada benarnya; surat Menteri PANRB ada indahnya. Tapi birokrasi ini tak akan diselamatkan oleh cambuk, pelukan, atau revisi undang-undang semata. Ia diselamatkan oleh kehadiran kembali subjek yang lama absen: aparatur yang bekerja baik bukan karena diawasi, melainkan karena telah dibentuk—lewat _forma vitae_—untuk tahu bagi siapa ia bekerja.
Antara Instanbul dan Jakarta: Sejarah, Gairah, dan Masa Depan
Dalam perjalanan menepi, kami harus bersyukur untuk sebuah “kecelakaan” kecil. Pesawat yang akan kami tumpangi kembali ke Jakarta mengalami kerusakan teknis dan membuat perjalanan kami tertunda 24 jam. Kami menggerutu dan gundah, hingga tersadar kalau kami dituntun untuk mengunjungi Hagia Sophia dan warisan leluhur di Istanbul. Hagia Sophia sedang direnovasi. Masjid di kota Istanbul, dahulu […]
Sri Mulyani, Lagi-lagi Disalahpahami
Kemarin tetiba viral beberapa meme atau potongan judul berita, yang mengutip pidato Menkeu Bu Sri Mulyani di ITB tentang gaji guru/dosen, apakah semuanya harus keuangan negara, ataukah ada partisipasi dari masyarakat? Lalu opini pecah dan liar, seolah itu jadi pernyataan yang menyerang atau tidak menghargai profesi guru dan dosen. Lagi-lagi, pidato panjang dan bernas sekaligus […]
Kemenkeu dan Neraca Modal Sosial, Sebuah Otokritik
Kasus sepatu Adidas yang harganya Rp10 juta dan kena denda Rp30 juta viral. Sebelumnya juga viral soal kiriman celana dalam seorang PMI yang salah input, lalu pembalut dan pampers sebagai barang bawaan yang dibatasi jumlahnya. Atau kebijakan TER PPh Pasal 21 yang tak menambah beban pajak tapi ramai-ramai dikritisi. Apa yang sesungguhnya terjadi? Sebagian besar […]
UU HPP Buruk dan Jahat? Pak Fuad Bawazier, Jernihlah Berpikir!
UU No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) telah diundangkan dan resmi berlaku. UU ini menandai babak baru perpajakan Indonesia, antara lain karena beberapa pengaturan yang memperkuat visi keadilan dan keseimbangan relasi hak dan kewajiban antara otoritas pajak dan wajib pajak. Sebaliknya, Pak Fuad Bawazier, Dirjen Pajak dan Menteri Keuangan periode akhir […]
Emas Greysia/Apriyani: Momen Kebangkitan Indonesia
Jika Greys dan Apri adalah pengejawantahan spirit keindonesiaan, sudah layak dan sepantasnya mereka kita jadikan model terbaik. Tak sekadar dipersatukan untuk bersorak, gemetar, mengepalkan tangan, dan memekik di depan layar kaca – kita diundang untuk mengejawantahkan spirit itu dalam tindakan bersama demi kebaikan bersama. Indonesia pasti bisa, terima kasih Greys dan Apri, kami sungguh berutang […]