Kita terbiasa membayangkan demokrasi yang sehat sebagai masyarakat yang mampu mencapai kesepakatan. Konflik dianggap sebagai gangguan: sesuatu yang perlu dimediasi, diredam, lalu diselesaikan. Di balik imajinasi ini terdapat warisan panjang filsafat politik modern—dari kontrak sosial hingga teori deliberasi—yang menempatkan tertib, konsensus, dan rekonsiliasi sebagai horizon politik. Herman Siemens, dalam Nietzsche and Kant as Thinkers of […]
Ekonomi
Setelah Austerity: Mencari Ekonomi Demokratis
Dari Polanyi, Blyth, Streeck, dan Mattei Menuju Agenda Ekonomi Progresif Indonesia Kita terbiasa membicarakan kebijakan ekonomi dengan bahasa yang tampak netral: disiplin fiskal, efisiensi, stabilitas harga, kepercayaan pasar, atau konsolidasi anggaran. Semua terdengar teknis. Namun, Clara E. Mattei, melalui The Capital Order, mengajukan pertanyaan yang mengganggu kenyamanan itu: bagaimana jika austerity bukan sekadar resep untuk […]
Kompas dan Arah Utara: Mencari Kebijakan Ekonomi yang Berpusat pada Manusia dan Kebaikan Bersama
Selama empat dekade, kebijakan ekonomi dibimbing oleh satu keyakinan sederhana: pasar mengalokasikan sumber daya secara efisien, dan negara cukup menambal kegagalannya. Hasilnya kita kenal: ketimpangan yang menganga, krisis iklim, dan merosotnya kepercayaan publik pada kemampuan negara menghadirkan perubahan. Tidak mengherankan jika istilah lama “kebaikan bersama” (bonum commune) kembali ramai dipakai. Namun istilah yang dipakai semua […]
Sentralisme, Komodifikasi, dan Gerakan Ganda: Membaca Indonesia dari Perspektif Karl Polanyi
Karl Polanyi (1886–1964), pemikir ekonomi-politik dan antropolog asal Austro-Hungaria, mengajukan salah satu kritik paling berpengaruh terhadap peradaban modern melalui adikaryanya, The Great Transformation (1944). Polanyi membongkar mitos pasar swatata yang diklaim kaum liberal sebagai mekanisme alamiah. Baginya, pasar bebas adalah rekayasa politik yang mencabut ekonomi dari relasi sosialnya (disembedding). Ketika tanah, tenaga kerja, dan uang […]
Kebijakan Trump dan Pencarian Tatanan Baru?
Saya masih berusaha mencerna dan memahami corak dan arah kebijakan Trump. Di luar analisis arus utama, saya tertarik dg analisis Susan Watkins, chief editor New Left Review, tentang corak kepemimpinan Trump. Saya akan bahas analisis Watkins di kesempatan terpisah. Saya akan meminjam beberapa cara pandangnya yang unik dan khas, sebagai kritik Kiri. Meminjam Watkins, Trump […]
Efisiensi dan Kontestasi Paradigma
Ekonom peraih Nobel, Angus Deaton, di buku terbarunya Economics in America menulis: “When I first became an economist in Cambridge fifty years ago, philosophers talked to economists, and the economics of inequality, of justice, and of wellbeing was talked about, taught, and taken seriously.” Ketika ia tiba di US, ia merasakan kesan yang berbeda. Oleh […]
Tinggal sebulan lagi!
Tak terasa kita tiba di pengujung Mei. Aroma opor belum sirna, hawa damai saling memaafkan masih lekat dan terasa hangat. Ternyata, sebentar lagi Juni.Di bulan Juni, ada berbagai peristiwa penting yang layak dicatat. Tak hanya di sanubari, melainkan juga dalam laku diri. Selain Bulan Pancasila, Juni adalah tanda berakhirnya Program Pengungkapan Sukarela. Lalu apa sih […]
UU HPP Buruk dan Jahat? Pak Fuad Bawazier, Jernihlah Berpikir!
UU No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) telah diundangkan dan resmi berlaku. UU ini menandai babak baru perpajakan Indonesia, antara lain karena beberapa pengaturan yang memperkuat visi keadilan dan keseimbangan relasi hak dan kewajiban antara otoritas pajak dan wajib pajak. Sebaliknya, Pak Fuad Bawazier, Dirjen Pajak dan Menteri Keuangan periode akhir […]
Meluruskan Adian
Beberapa waktu lalu, beredar tulisan Bung Adian Napitupulu berjudul “BUMN & UMKM dalam Cerita dan Angka Siapa Pahlawan Sesungguhnya”. Sebuah kritik tajam dan lugas yang memantik polemik. Tentu saja itu hal biasa, dan meluruskan beberapa opininya pun hal yang lumrah. Beberapa hal perlu diklarifikasi karena tidak sesuai dengan isi regulasi dan intensi kebijakan terkait Program […]
POTENSI KERUGIAN BPJS VERSI TEMPO
TEMPO edisi 8-14 Juni 2020 menurunkan laporan investigasi “Bolong-bolong BPJS”. Kami mengapresiasi upaya investigasi untuk mengoreksi kebijakan dan membuka diskursus agar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berbenah dan layanan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat makin baik. Namun ada hal yang cukup mengganggu, yaitu kesimpulan total perkiraan kerugian Rp 47,59 triliun (halaman 48). Tanpa penjelasan […]