Teologi

Ekonomi, Teologi

Demokrasi yang Tidak Takut pada Konflik: Dari Kant dan Nietzsche Menuju Politik Konflik yang Produktif

Kita terbiasa membayangkan demokrasi yang sehat sebagai masyarakat yang mampu mencapai kesepakatan. Konflik dianggap sebagai gangguan: sesuatu yang perlu dimediasi, diredam, lalu diselesaikan. Di balik imajinasi ini terdapat warisan panjang filsafat politik modern—dari kontrak sosial hingga teori deliberasi—yang menempatkan tertib, konsensus, dan rekonsiliasi sebagai horizon politik. Herman Siemens, dalam Nietzsche and Kant as Thinkers of […]

Teologi

Di Antara Altar dan Republik: Catatan Reflektif dari Paris

Kunjungan Paus Leo XIV ke Paris pekan ini menyuguhkan pemandangan simbolik yang luar biasa: seorang penerus Takhta Santo Petrus berdiri di jantung Republik Prancis, tanah yang secara historis pernah menyandang gelar “Putri Sulung Gereja” sekaligus tempat kelahiran revolusi sekuler modern yang paling radikal. Bagi publik Prancis maupun masyarakat global, kehadiran Sri Paus di Paris bukan […]

Filsafat, Teologi

Takhta yang Kosong: Roma, Translatio Imperii, dan Nasib Teologi Politik di Zaman Multipolar

Jika Roma telah jatuh, mengapa begitu banyak kekuasaan setelahnya merasa perlu menjadi pewarisnya? Di balik pertanyaan itu tersembunyi sebuah gagasan tua tentang perpindahan imperium—translatio imperii—dan sebuah persoalan yang jauh lebih besar: siapa yang berhak menduduki takhta sejarah ketika takhta itu sendiri seharusnya kosong? Roma sebagai Ide, Bukan Kota Rhiannon Garth Jones membuka bukunya, All Roads Lead […]

Teologi

Ketika Bapa Gereja Menemukan Pertumbuhan – Membaca Ulang Genealogi Neoliberalisme Bersama Dotan Leshem

Ada satu godaan yang selalu mengintai setiap upaya menulis “genealogi” sebuah konsep: godaan mengira bahwa menemukan asal-usul yang mengejutkan sama artinya dengan membongkar makna sesungguhnya. Genealogi, sejak Nietzsche hingga Foucault, selalu menjanjikan lebih dari sekadar sejarah — ia menjanjikan pembongkaran, semacam dakwaan terselubung: tunjukkan dari mana sesuatu berasal, dan engkau telah menunjukkan apa sesungguhnya ia. […]

Budaya, Teologi

Manusia di Hadapan Mesin: Membaca Magnifica Humanitas, Jacques Ellul, dan Krisis Antropologis Akal Imitasi

“Peradaban tidak runtuh ketika mesin mulai berpikir, tetapi ketika manusia berhenti berpikir karena mempercayakan penilaiannya kepada mesin.” Pendahuluan Setiap zaman menggendong kegelisahannya sendiri tentang apa arti menjadi manusia. Zaman kita ditandai oleh kehadiran akal imitasi yang, dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menggeser batas antara yang dikerjakan manusia dan yang didelegasikan kepada mesin. Esai […]

Dibuat dengan AI chatgpt.com
Filsafat, Nasional, Teologi

Antara Instanbul dan Jakarta: Sejarah, Gairah, dan Masa Depan

Dalam perjalanan menepi, kami harus bersyukur untuk sebuah “kecelakaan” kecil. Pesawat yang akan kami tumpangi kembali ke Jakarta mengalami kerusakan teknis dan membuat perjalanan kami tertunda 24 jam. Kami menggerutu dan gundah, hingga tersadar kalau kami dituntun untuk mengunjungi Hagia Sophia dan warisan leluhur di Istanbul. Hagia Sophia sedang direnovasi. Masjid di kota Istanbul, dahulu […]

Teologi

Saya Berlebaran, maka Saya Ada

Saya adalah orang Indonesia, Jawa, dan Katolik. Menjadi Jawa dan Indonesia bukanlah sebuah kebetulan. Saya sungguh bersyukur menjadi seorang Katolik yang lahir dan besar di lingkungan majemuk, yang multikultur, di tengah Islam yang ramah. Ayah saya tujuh bersaudara, empat Muslim, tiga Katolik. Ibu saya enam bersaudara, empat Muslim dan dua Katolik. Katolisitas saya dibentuk dan […]

Teologi

Bruno: Tuduhan dan Tragedi

Penyair Inggris, George Eliot menulis “tuduhan sering kali merupakan ketidaktahuan yang berteriak paling keras.” Kita adalah generasi yang disangkal Gereja empat abad lalu. Di Campo de’ Fiori, Roma, berdiri tegak sebuah tragedi, sebuah patung abad ke-19 yang menatap tajam ke arah Vatikan dari balik tudung biarawannya. Di kakinya tertulis: “Untuk Bruno, dari generasi yang ia […]

Teologi

Tentang Sensus Fidei dan Cara Baru Menggereja

Pasca aksi di depan Kedubes Vatikan dan tulisan pertama saya, kami mendapat respon yang luar biasa. Ada pro kontra, hal yang amat wajar dan jadi tanda Gereja berdenyut dan hidup. Ada satu hal yang agak mengusik saya, penggunaan adagium Roma locuta causa finita est dan sindiran sebagai kelompok kepo, pembangkang Paus, atau Katolik jalanan. Saya […]

Teologi

Aksi di Kedubes Vatikan. Ada Apa?

Sejak kami melakukan Aksi 1000 Lilin di depan Kedubes Vatikan, banyak pertanyaan dan pro kontra berdatangan. Dari yang sungguh2 ingin tahu dan mendalami hingga yang sekadar mendukung atau mencela. Untuk semua respon, saya berterima kasih. Itu tanda Gereja masih hidup, berdenyut. Bukan fosil atau monumen tua tak berguna. Di titik ini kita patut bersyukur. Selanjutnya […]