Saya adalah orang Indonesia, Jawa, dan Katolik. Menjadi Jawa dan Indonesia bukanlah sebuah kebetulan. Saya sungguh bersyukur menjadi seorang Katolik yang lahir dan besar di lingkungan majemuk, yang multikultur, di tengah Islam yang ramah. Ayah saya tujuh bersaudara, empat Muslim, tiga Katolik. Ibu saya enam bersaudara, empat Muslim dan dua Katolik. Katolisitas saya dibentuk dan […]
Bulan: Maret 2026
Artikel Terpopuler
-
Obligasi Daerah: Bukan Cekak Kas, tapi Membeli Masa Depan dengan Cerdas
24 Juli 2026
-
Melampaui “Ngabsen, Ngopi, Pulang”: Mencari Subjek Etis di Balik Polemik ASN
22 Juli 2026
-
Membaca Jakarta dari Bawah: Modal Sosial yang (Hampir) Terlupakan
6 Juli 2026
-
Mungkinkah menjadi ASN yang stoik?
5 Juli 2026
-
Jakarta: Antara Ruang Bermain dan Ambisi Modernitas
5 Juli 2026
-
Antara Instanbul dan Jakarta: Sejarah, Gairah, dan Masa Depan
20 Juni 2026
-
Saya Berlebaran, maka Saya Ada
21 Maret 2026
-
Bruno: Tuduhan dan Tragedi
28 Februari 2026
-
Tentang Sensus Fidei dan Cara Baru Menggereja
22 Februari 2026
-
Aksi di Kedubes Vatikan. Ada Apa?
15 Februari 2026
Kategori
Arsip
- Juli 2026
- Juni 2026
- Maret 2026
- Februari 2026
- Januari 2026
- Desember 2025
- November 2025
- Agustus 2025
- April 2025
- Maret 2025
- Januari 2025
- Desember 2024
- Oktober 2024
- September 2024
- Mei 2024
- April 2024
- Oktober 2023
- Agustus 2023
- April 2023
- Maret 2023
- Januari 2023
- Desember 2022
- November 2022
- Juni 2022
- Mei 2022
- November 2021
- September 2021
- Agustus 2021
- Juli 2021
- Mei 2021
- April 2021
- Maret 2021
- Desember 2020
- Juni 2020
- Mei 2020
- April 2020
- Maret 2020
- Juli 2019
- Juni 2018