Kritik Ketua Komisi II ada benarnya; surat Menteri PANRB ada indahnya. Tapi birokrasi ini tak akan diselamatkan oleh cambuk, pelukan, atau revisi undang-undang semata. Ia diselamatkan oleh kehadiran kembali subjek yang lama absen: aparatur yang bekerja baik bukan karena diawasi, melainkan karena telah dibentuk—lewat _forma vitae_—untuk tahu bagi siapa ia bekerja.
Latest Posts
Membaca Jakarta dari Bawah: Modal Sosial yang (Hampir) Terlupakan
Hampir tiap hari media sosial dihiasi komplain, aspirasi, dan gugatan warga tentang berbagai masalah. Baik kemacetan akut, parkir liar, jalur pedestrian yang diserobot, sampah bertumpuk, jalan berlubang, genangan air, polusi, hingga kabel menjuntai dan sopir Mikrotrans ugal-ugalan. Tak perlu disanggah, keluh kesah itu pertanda ada masalah, dan barangkali juga memang ada yang salah. Namun kesediaan […]
Mungkinkah menjadi ASN yang stoik?
Stoikisme kini menjadi aliran filsafat yang digandrungi banyak orang, terutama anak muda. Rak2 toko buku, halaman website, dan media sosial banyak dibanjiri rujukan dan percakapan. Ajaran Stoik telah berusia lebih dari 2000 tahun, dan tokohnya antara lain Zeno, Seneca, Epictetus, Dan Marcus Aurellius. Stoikisme menekankan pengendalian diri, terutama pada hal yang ada di bawah wilayah […]
Jakarta: Antara Ruang Bermain dan Ambisi Modernitas
Minggu lalu kami nonton film Toy Story 5. Saya ajak anak2 dan keponakan. Film ini sangat bagus sebagai kritik terhadap dunia bermain yang serba digital dan jarang membuat anak menjadi lebih egois dan individualistik. Hakikat manusia adalah homo ludens, makhluk yang kodratnya bermain, kata Johan Huizinga, sejarawan dan teoritikus budaya. Bermain, yang mestinya penuh kegembiraan, […]
Antara Instanbul dan Jakarta: Sejarah, Gairah, dan Masa Depan
Dalam perjalanan menepi, kami harus bersyukur untuk sebuah “kecelakaan” kecil. Pesawat yang akan kami tumpangi kembali ke Jakarta mengalami kerusakan teknis dan membuat perjalanan kami tertunda 24 jam. Kami menggerutu dan gundah, hingga tersadar kalau kami dituntun untuk mengunjungi Hagia Sophia dan warisan leluhur di Istanbul. Hagia Sophia sedang direnovasi. Masjid di kota Istanbul, dahulu […]
Saya Berlebaran, maka Saya Ada
Saya adalah orang Indonesia, Jawa, dan Katolik. Menjadi Jawa dan Indonesia bukanlah sebuah kebetulan. Saya sungguh bersyukur menjadi seorang Katolik yang lahir dan besar di lingkungan majemuk, yang multikultur, di tengah Islam yang ramah. Ayah saya tujuh bersaudara, empat Muslim, tiga Katolik. Ibu saya enam bersaudara, empat Muslim dan dua Katolik. Katolisitas saya dibentuk dan […]
Bruno: Tuduhan dan Tragedi
Penyair Inggris, George Eliot menulis “tuduhan sering kali merupakan ketidaktahuan yang berteriak paling keras.” Kita adalah generasi yang disangkal Gereja empat abad lalu. Di Campo de’ Fiori, Roma, berdiri tegak sebuah tragedi, sebuah patung abad ke-19 yang menatap tajam ke arah Vatikan dari balik tudung biarawannya. Di kakinya tertulis: “Untuk Bruno, dari generasi yang ia […]
Tentang Sensus Fidei dan Cara Baru Menggereja
Pasca aksi di depan Kedubes Vatikan dan tulisan pertama saya, kami mendapat respon yang luar biasa. Ada pro kontra, hal yang amat wajar dan jadi tanda Gereja berdenyut dan hidup. Ada satu hal yang agak mengusik saya, penggunaan adagium Roma locuta causa finita est dan sindiran sebagai kelompok kepo, pembangkang Paus, atau Katolik jalanan. Saya […]
Aksi di Kedubes Vatikan. Ada Apa?
Sejak kami melakukan Aksi 1000 Lilin di depan Kedubes Vatikan, banyak pertanyaan dan pro kontra berdatangan. Dari yang sungguh2 ingin tahu dan mendalami hingga yang sekadar mendukung atau mencela. Untuk semua respon, saya berterima kasih. Itu tanda Gereja masih hidup, berdenyut. Bukan fosil atau monumen tua tak berguna. Di titik ini kita patut bersyukur. Selanjutnya […]
Pak Isa
Pak Isa adalah sahabat baik, sangat baik. Di Kemenkeu dulu, beliau dikenal sebagai palang pintu integritas. Sulit sekali melewati meja Pak Isa, sebelum semuanya diteliti. Alumnus Matematika ITB ini memang birokrat sejati. Banyak yang kagum, ada yang mengeluh, namun semuanya hormat menjura. Dua hari lalu Pak Isa Rachmatarwata, sahabat saya yang pernah jadi Dirjen Anggaran […]